Adik-adik PG-TK ke Pasar Tradisional atau kita bawa Pasar Tradisional Ke PG-TK al muslim? Mana yang menurut anda benar? Yang pertama atau yang kedua? Yup.. ternyata semua jawaban benar. Kita bawa adik-adik PG-TK menyusuri dan mengalami bagaimana rasanya pergi ke pasar tradisional sekaligus kita bawa pasar tradisional itu ke dekat mereka. Bingung? Don’t be. It’s just a simulation of Indonesian’s traditional market. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menggambarkan suasana pasar tradisional lengkap dengan beberapa pernik-perniknya seperti kios penjual jajanan, kios buah dan sayur-mayur, kios penjual krupuk dan kios penjual jamu.
Simulasi berjalan dalam dua sesi, yaitu sesi penjual dan sesi pembeli sehingga adik-adik PG-TK merasakan bagaimana menjadi penjual dan bagaimana menjadi pembeli. Barang dagangannya asli,lho!! Tanpa uang lagi.. Gratis? Bukan. Uang yang digunakan berupa kertas bergambar barang yang ada di pasar. Ada alasannya lho.. hal ini merupakan bagian dari belajar membaca dan mengenali benda. Dan yang paling penting semua barang bisa di bawa pulang!
Acara ini berlangsung tanggal 4 Desember 2008 di depan aula TK al muslim. Untuk lebih jelasnya, coba dilihat pada koleksi foto Flickr di sebelah kanan kolom ini. Selamat menikmati!!

Fact:

  • Jumlah pasar tradisional di Surabaya mencapai 83 pasar dan terus  mengalami penyusutan akibat tergerus oleh pertumbuhan pasar modern yang didominasi oleh pengusaha ritel. (www.lmi-amilzakat.com)
  • Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Seluruh Indonesia (APPSI) mengungkapkan sekitar 400 toko di pasar tradisional tutup usaha setiap tahun, terkena dampak persaingan dengan pasar modern yang semakin kuat. (www.surabayapagi.com)