Salah satu cara yang paling mudah untuk menyampaikan pendapat atau keinginan pada orang lain yaitu melalui komunikasi. Melalui cara itu tujuan yang diharapkan dapat terwujud. Banyak sekali kerugian, termasuk waktu, tenaga, dan biaya, yang akan dihadapi bila komunikasi tidak berjalan dengan lancar. Beberapa cara untuk memperlancar komunikasi adalah dengan menggunakan suatu alat. Saat ini banyak sekali alat komunikasi yang sering digunakan diantaranya, telepon, ponsel, walki talki, dan lain-lain. Komunikasi dengan seseorang yang berbeda lokasi dapat dengan cepat dan mudah tersampaikan melalui alat komunikasi itu.

Namun, pertanyaan yang muncul bagaimana bila jumlah alat komunikasi yang digunakan terbatas. Sedangkan komunikasi yang harus disampaikan itu harus cepat diterima dan sangat penting. Ditambah lagi, lokasi dari si penerima informasi sangat jauh. Banyak sekali waktu, tenaga, dan biaya yang akan terbuang dengan percuma.

Berawal dari permasalahan itu, maka Lembaga Pendidikan al muslim Jawa Timur memerlukan suatu alternatif komunikasi yaitu melalui teknologi komputer. Dengan memanfaatkan komputer dan jaringannya plus program gratis dari salah satu search engine yang telah diinstal dapat difungsikan sebagai alat komunikasi antar penggunanya (user). Meski komunikasi tersebut masih terbatas hanya dalam bentuk non verbal.

Bertolak dari hal tersebut, ternyata komputer bisa digunakan juga sebagai alat komunikasi selain untuk menyelesaikan pekerjaan seperti administrasi, dokumentasi, pengolahan data, dan sebagainya. Menurut Evan Indra Prasetya, S.Kom selaku Kepala Divisi IS/IT, berdasar hasil pengamatan saya dilihat dari sudut pandang alat komunikasi, penggunaan komputer di lingkungan Lembaga Pendidikan al muslim dari 2007-2008 adalah aksesnya cepat, tidak memiliki batasan line, dapat berkomunikasi lebih dari dua user, dapat mengirimkan file berupa suara, gambar, dan data.

Selain itu, dapat mengirimkan pesan ke semua komputer yang aktif (On Line), mampu menampilkan wajah atau gambar yang sedang diajak berkomunikasi (3G), dan dapat digunakan untuk berkomunikasi dimana saja. Bila dibandingkan dengan kelebihan yang dimiliki telepon, penggunaaan komputer di al muslim jauh lebih banyak keuntungannya. Tetapi yang menjadi kekurangan dari penggunaan komputer yaitu membutuhkan aliran listrik, program yang mendukung, dan tambahan alat pendukung lainnya seperti speaker dan webcam.

Lembaga Pendidikan al muslim Jawa Timur sampai sekarang telah menggunakan dan seterusnya akan mengembangkan teknologi komputer sebagai alternatif cara berkomunikasi antar civitas akademik maupun non akademik. Ternyata hasil dari penerapan teknologi itu sangat cocok. Hal itu karena letak unit-unit sekolah yang ada di al muslim saling berjauhan dan terpisah antara satu dengan yang lain. Teknologi itu juga dapat digunakan untuk saling tukar menukar data dan membantu penyebaran informasi yang sifatnya penting dan segera.

Dengan begitu jarak, waktu, dan tempat tidak menjadi halangan lagi untuk tetap berkomunikasi. Hal itu dapat terlihat saat Kompetisi Futsal Tingkat SMP se Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik 2008. Untuk mengumpulkan panitia dilakukan dengan cara mengirim pesan ke semua komputer yang aktif. Hasilnya, secara serempak seluruh panitia berkumpul di lapangan. Bila dibandingkan dengan menggunakan telepon untuk menghubungi seluruh panitia, dipastikan akan membutuhkan waktu yang sangat lama.

“Rencananya, ke depan Lembaga Pendidikan al muslim Jawa Timur terus meningkatkan penggunaan teknologi komputer yang merata ke seluruh penggunanya,” ujar Evan. Ia juga menambahkan semoga dengan teknologi itu dapat mewujudkan suatu lembaga pendidikan yang berbasis teknologi informasi dan biarkan teknologi yang berkerja untuk manusia bukan sebaliknya. (Fir)