Siswa-siswa SMP sedang melakukan game "Spider Net"

Siswa-siswa SMP sedang melakukan game Spider Net

Standar kompetensi dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 yang harus dicapai peserta didik yaitu adanya unsur pengembangan diri. Untuk itu, salah satu cara untuk melaksanakan hal tersebut yaitu dengan menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar dan Kepimpinan Siswa (LDKS) yang dipadukan dengan berbagai macam metode pengembangan kepribadian lainnya. Metode yang digunakan tahun pelajaran 2008/2009 kali ini adalah kolaborasi antara metode klasikal dengan experimental learning yang dikemas dalam aktifitas pelatihan alam terbuka (Outbound Management Training).

Kegiatan yang dilaksanakan Sabtu-Minggu (23-24/8) lalu merupakan strategi pembinaan siswa di SMP Al Muslim yang diikuti 85 siswa terdiri dari 15 pengurus OSIS dan 70 calon pengurus OSIS. “Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, keterampilan mengenai kepimpinan, mental, moral, dan spiritual pada diri siswa baik yang bersifat konsep maupun teknis,” ujar Abdul Madjid Hariyadi, S.Pd., selaku Wakasek Kesiswaan. Disamping itu, agar siswa memiliki kualitas kepribadian yang tangguh dalam menghadapi tantangan kehidupan dan menjalankan program kejra OSIS periode 2007/2008.

Salah satu siswi SMP bersama trainer dalam game Outbound

Salah satu siswi SMP bersama trainer dalam game Outbound

Sebelum berangkat menuju tempat pelatihan yaitu di Desa Trawas, Mojokerto, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan tenda yang akan ditempatinya. Sesampainya di sana, siswa harus mencari identitas berupa pita yaitu warna merah (laki-laki) dan warna merahmuda (perempuan) sebagai tanda bahwa mereka adalah peserta kegiatan tersebut. Materi yang diberikan antara lain memmorandum of training, kepemimpinan dan gaya kerja, teknik menyusun proposal kegiatan, justifikasi program. Tepat pukul 02.30, setelah istirahat malam, 20 siswa yang merupakan calon pengurus OSIS memperoleh pembekalan materi tentang motivasi, mental, dan renungan di alam terbuka. Selain itu, mereka juga melakukan kegiatan penjelajahan (missing travel) bersama peserta lainnya. Khusus bagi peserta selain calon pengurus OSIS harus melakukan missing travel seorang diri dengan melwati beberapa rintangan yang berujung pada alam terbuka untuk menjemput calon pengurus OSIS. Kemudian para calon tersebut mengucapkan janji pengurus OSIS di tengah-tengah peserta lain dalam acara api unggun. Tidak hanya itu, kegiatan dilanjutkan dengan sholat dan senam pagi lalu menjelajah medan di sekitar tempat kegiatan.

Untuk kegiatan outbound, materi yang diberikan berupa aneka permainan yang terdiri dari dua jenis yaitu high impact dan low impact. Untuk melatih ketahanan fisik, mental dan keberanian siswa, lima trainer outbound dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang tergabung dalam tim Raider plus 7 trainer Al Muslim memberikan permainan landing ship dan titian tali. Sedangkan untuk permainan low impact berupa water fall, step by step, rool coster, dark ball, spider net, speed ball, puzzle, dan team work maket. Lalu outbound ditutup dengan sholat dan refleksi mengenai kegiatan yang telah dilakukan.