Kenduri Agustusan dengan Sajian Makanan Polo Pendem

Kenduri Agustusan dengan Sajian Makanan Polo Pendem

Lembaga Pendidikan Al Muslim mulai dari Kelompok Bermain (KB) sampai SMP turut memeriahkan HUT RI ke-63. Tahun ini, semua siswa SD dan SMP memakai baju dan aksesoris perjuangan. Ada yang memakai baju ala tentara, baju merah putih, baju polisi, ada yang mengikatkan bendera merah putih di kepala sambil membawa bambu runcing.

Untuk mengajarkan makna perjuangan yang telah dilakukan pejuang, khusus seluruh siswa SMP Al Muslim diberi bendera yang harus mereka bawa dan dikembalikan selama jam pulang sekolah. Uniknya lagi, sebelum kegiatan lomba dimulai, khusus seluruh siswa dan guru SMP menggelar kenduri di depan halaman sekolah dengan sajian makanan berupa makanan polo pendem. “Makanan itu berasal dari hasil panen kebun Al Muslim diantaranya singkong, ubi jalar, talas, dan kacang tanah,” kata Suwandi S.S selaku Kepala Sekolah SMP.

Siswa-siswi KB-TK sedang berlomba Lari Ambil Warna

Siswa-siswi KB-TK sedang berlomba Lari Ambil Warna

Lomba agustusan yang digelar mulai KB sampai SMP sangat bervariasi. Di KB-TK, kegiatan lomba sudah digelar sejak Selasa (5/8) sampai Jumat (15/8). Lomba-lombanya antara lain lomba lari ambil warna, memasukkan bendera ke dalam botol, lempar kantong pasir, mewarnai, lempar bola ke keranjang, dan futsal. “Tujuan diadakannya lomba itu supaya anak-anak dapat tumbuh jiwa sportifitas dan tumbuh rasa cinta terhadap bangsa Indonesia,” tutur ustadzah Umroh selaku kepala sekolah KB-TK.

Siswa-siswi SD Sedang Mengikuti Lomba Paduan Suara

Semangat Merah Putih Paduan Suara Siswa SD

Berbeda lagi lomba yang diadakan di SD. Lomba paduan suara dan lomba balap karung menjadi lomba yang paling dinanti-nanti siswa. Seluruh siswa saling bersautan mendukung teman-temannya yang sedang berlomba. Selain itu , lomba baca puisi kemerdekaan, lomba kelereng, dan lomba futsal juga diadakan Jumat (15/8) mulai pagi sampai sore. SMP juga tidak mau kalah untuk berpartisipasi dalam lomba pekik merdeka. Lomba yang baru tahun kali ini digelar supaya siswa belajar bagaimana pejuang jaman dulu mengobarkan semangatnya melalui pidato perjuangan. Naskahnya pun dibuat sendiri oleh para siswa dan harus disampaikan mirip dengan pejuang kemerdekaan yang mereka inginkan. “Merdeka..merdeka..untuk mengisi kemerdekaan ini sebagai pelajar kita harus terus belajar,” kata salah satu peserta lomba.

“Tahun ini, lomba agustusannya lebih meriah dan ramai daripada tahun sebelumnya,” ujar salah satu pegawai Al Muslim yang bekerja di divisi Pusat Sumber Belajar (PSB) itu. Pemenang di tiap lomba mendapatkan trophy dan bingkisan hadiah.

NB: Berita ini juga dapat disaksikan di sini atau klik saja ini